Senin, 07 Mei 2012

Studi Kelayakan

STUDI KELAYAKAN
Usaha atau proyek adalah kegiatan yang dapat direncanakan dalam suatu bentuk kesatuan dengan menggunakan sumber-sumbr untuk mendapatkan manfaat ( benefit) dan keuntungan (profit)/penanaman modal (investasi) yang telah dilakukan .
Kegiatan tersebut dapat berupa investasi baru, misalnya pabrik, pembangunan irigasi, maupun perluasan(ekspansi), perbaikan atau restrukturisasi dan penyempurnaan  teknologi (modernisasi)  dari investasi yang tlah ada baik yang dilakukan oleh peorangan swasta atau oleh pemerintah.
Sumber yang digunakan dalam pelaksanaan suatu usaha  atau proyek dapat berbentuk sumber daya alam sebagai bahan baku atau bahan pembantu (hasil tambang, mineral, dll), sumber daya manusia (manager, tenaga ahli, tenaga kerja), sumber daya modal(modal pinjaman, modal sendiri) dan sumber adaya teknologi (tinggi, madya, tradisisonal).
Benefit dapat berbentuk tingkat konsumsi yang lebih besar, penambahan, kesempatan kerja, perbaikan tingkat pendidikan atau kesehatan,  dan perbahan/perbaikan suatu sistem. Suatu proyek dapat dinyatakan berakhir bila sudah pasti digunakan  atau diduga tidak memberikan benefit lagi.
Kegiatan-kegiatan harus dapat direncanakan, Artinya baik biaya, manfaat dan keuntungan harus dapat dihitung dan dapat diproyeksikan. Kegiatan dalam bentuk satu kesatuan berarti keseluruhan sumber daya yang digunakan dapat diproyeksikan dapan dihimpun, dikelola secara terpadu dengan baik sehingga  dapat menghasilkan manfaat atau keuntungan sesuai dengan tencana.Sehingga batasan suatu proyek atau usaha adalah kegiatan yang berkesinambungan dimana:
1.Mempunyai tujuan yang spesifik yang harus dicapai
2.Telah ditentukan kapan akan dimulai dan kapan berakhir
3.Telah ditentukan batas biayanya
4.Menggunakan berbagai sumber daya yang tersedia(modal, tenaga kerja, bahan dan teknologi)
5.Untuk mendapatkan manfaat atau keuntungan sesuai dengan rencana,

Studi kelayakan diartikan suatu pengkajian secara sistimatis terhadap suatu gagasan atau pengembangan  suatu usaha yang baru atau pengembangan usaha  yang sudah ada, dari berbagai aspek yang mempengaruhi keberhasilan usaha tersebut. Kajian ini sangat penting karena kita menyadari  bahwa tidak setiap kegiatan usaha sesuai dengan harapan. Karena itu sangat logis sebelum usaha didahului dengan studi kelayakan usaha.Tujuan studi kelayakan akan membatu pendiri usaha atau pemilik modal atau pelaku usaha dalam menentukan apakah usaha tersebut layak untuk dijalankan atau tidak, apakah usaha tersebut bermanfaat atau menghasilkan keuntungan atau tidak. Hal ini mengingat:
1.Pengeluaran modal besar
2.Berjangka waktu panjang
3.Memiliki komitmen antara pemilik usaha dan pemilik dana
4.Memiliki dampak terhadap lingkungan  

Kesalahan dalam memutskan kegiatan usaha berarti kesalahan dalam memutskan investasi. Studi kelayakan sangat berguna untuk standar kerja, pengawasan kerja, dan hubungan dengan pelanggan dan masyarakat setelah usaha bekerja dan kelansungan usaha.
Beberap factor yang mempengaruhi kelayakan proyek ataua usaha:
1.Besarnya dana yang ditanamkan, semakin besar dana kelayakan semakin edalam studi kelayakan
2.Tingkat ketidak pastian proyek, semakin sulit memperkirakan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, semakinkompleks, semakin berhati-hati studi kelayakan
3.Rancangan studi kelayakan, semakin teliti tahapan kelayakan semakin baik basil stuidi kelayakan

Tahapan Perencanaan suatu usaha
Untukmelakukan usaha tudak langsung jadi, tetapi perlu adanya tahapan:
1.Tahapan identifikasi
Pendirian uasaha biasanya diawali dengan suatu ide, ide yang baik harus didarkan pada pepikiran yang rasional, pada peluang dan kemampuan menanggapi peluang.
Peluang usaha bisa timbul dari berbagai sumber:
a.Adanya kecenderungan impor komoditi
b.Kesediaan bahan baku secara kualitas dan kuantitas
c.Adanya keterampilan tenaga kerja tertentu
d.Adanya saran  atau pendapat ahli, dll.

2.Tahapan seleksi pendahuluan
Pada tahan identivikasi akan dihasilkan sejumlah alternative usaha. Dari hasil beberapa alternative dilaksanakan Penilaian pendahuluan untuk menentukan usaha yang paling mungkin dilakukan. Dalam hal ini sudah dipertimbangkan faktor pendukung dan hambatan yang mungkin akan terjadi. Hal yang menjadi pertimbangan antara laian:
a.Sejumlah modal dan sumber modal
b.Kesediaan bahan baku dalam arti kualitas/kuantitas
c.Ketersediaan tenag ahli
d.Prospek pemasaran produk yang dihasilkan

3.Tahapan pengkajian atau studi kelayakan usaha
Tahapan ini merupaan Penilaian yang lebih mendalam terhadap aspek-aspek usaha yang berhasil dipilih pasa tahap  seleksi pendahuluan. Aspek yang perlu dipelajari  antara lain:
a.Aspek yuridis
b.Aspek teknik
c.Aspek financial
d.Aspek  ekonomi/modal, pemasaran, keuntungan
e.Aspek sosial
Tahapan ini akanmenghasilkan informasi apakah rencana uasaha tersebut dapat dilajutkan dengan tahap pelaksanaan lebih lanjut atau tidak.


4.Tahapan Penilaian
Pada tahap ini dilaksanakan Penilaian kembali tentang aspek-aspek yang dianalisa terdahulu. Pada tahap ini perlu memeriksan keanalogisan dalam asumsi atau dasar-dasar perhitungan yang digunakan. Pada tahap ini akan ketahui bahwa usaha yang direncanakan benar-benar layak untuk dilaksanakan atau tidak.
Suatu usaha layak  untuk dapat dibiayai bisa memenuhi criteria, antara lain:
a.Kelayakan ekonomis
Barang/jasa layak untuk dipasarkan selama pengembalian modal
b.Kelayakan teknis
Tersedia bahan baku dan bahan pembantu, tersedia tenaga kerja, tersedia mesin dan peralatan dengan tingkat teknologi  yang akan dipakai.
Tersedia tempat atau lokasi usaha sesuai dengan kebutuhan eknomis dan teknis.
c.Kelayakan hukum
Proyek mendapat jaminan dan perlindungan hokum atau tidak bertentangan  dengan hokum dalam pelaksanaannya.
Barang/jasa yang diproduk tidak dilarang atau tidak merugikan masyarakat.
Lokasi yang digunakan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku (tata guna tanah yang telah ditentukan)
Teknologi yang digunakan tidak bertentangan /membahayakan /merugikan masyarakat/lingkungan.
d.Kelayakan manajemen
Sutau usaha diperkirakan dapat dikelola dengan baik oleh manajemen Secara umum manajemen dapat diartikan sebagai kelompok orang yang diberi tanggungjwab untuk melakasanakan tanggung jawab. Untuk menunjang keberhasilan usaha unsure-unsur  yang diperhatikan dalam najemen:
Kulaifikasimanagemen yang sesuai dengan kebutuhan  pelaksanaan usaha/proyek  (pengalaman, kemampuan, dan keterampilan)
Adanya dukungan tenaga terampil  yang sesuai dengan kebutuhan
Mudah/tidaknya untuk mendapat tenaga kerjayang diperluakn
e.Kelayakan financial
Secara financial suatu usaha harus dapat menghasilkan keuntungan bagi pemilik modal sesuai dengan harapan
-perhitungan atas dasar perencanaan laba, tingkat rentabilitas (ROI), rentabilitas usaha sendiri (ROE) perhitungan usaha bersih (NPV). Manfaat dan biaya (B/C) Perhitungan IRR menunjukkan hasil yang diharapkan.
Perhitungan perencanaan likuiditas serta proyeksi perputaran dana dan rencana memberikan gambaran yang positif.

5.Tahap pelaksanaan
Tahap ini merupakan tahap akhir dari penyususnan  suatu rencana usaha yaitu mengimplementasikan segala sesuatu yang telah dirumuskan dalam rencana usaha.

6.Tahap evaluasi
Pada tahap ini dilakukan Penilaian terhadap keberhasilan atau kegagalan usaha yang sedang atau sudah dilaksanakan, hasil evaluasi akan menjadi masukan berharga bagi para pengusaha, pemilik modal, dan pemerintah dalam memilih usaha sejenis dimasa yang kan datang.
Aspek-aspejk yang dipelajari dalam studi kelayakan Usaha.
Secara umum aspek yang harus dijawab dalam studi kelayakan usaha adalah:
a.Apakah secra teknis dapat dilaksanakan
b.Apakah secara ekonomis dapat memberikan manfaat yang layak
c.Apakah secara rasional dapat diterima

Secara spesifik dan sitimatis aspek yang dipelajari dalam studi kelayakan usaha:
a.Aspek pasar
b.Aspek yuridis
c.Aspek manajemen
d.Aspek teknik
e.Aspek financial
f.Aspek sosial

Hal yang enjadi pertimbangan:
a.Besar kecilnya modal
b.Tingkat ketidak pastian yan dihadapi usah
c.Kompleksitas factor yang mempengaruhi usaha

Prastudi Kelayakan
Jika diperlukan bisa dilaksanakan pra studi kelyakan, asapek yang dianalisis meliputi:
a.Aspek pemasaran
Dalam mengadakan identifikasi awal  dibidang pemsaran  harus tepat karena dalam praktek ada perbedaan apa yang dilakukan konsumen dengan desain dalam studi kelakan
b.Aspek teknis
Penilaian aspek teknis-teknologi sering disebut aspek produksi  adalah untuk mempertimbangkan  apakah proyek/usaha dapat dilaksanakan dari segi teknis.
c.Apek manajemen

a.Penilaian pengurus
-Kualifikasi pengurus
-Kemampuan manjerial
-Pengalaman dibidang yang diperlukan
-Latar belakang pendidikan
-Motivasi
-Kultur budaya

b.Struktur organisasai, sesuai dengan besar kecilnya usaha
c.Rekrut dan selekasi tenaga kerja, agar dieroleh tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan
d.Aspek Keuangan, Penilaian aspek ekuangan  merupakan hasil Penilaian aspek-aspek  terdahulu (aspek pemasaran, teknik, teknologi)serta implikasinya dalam keseluruhan aspek yang dijabarkan  dalam nilai uang

Teknik Melakukan studi Kelayakan
Setelah mengidentifikasi dan memilih  kegiatan usaha (bisnis)  yang akan dijalankan langkah selanjutnya adalah melakukan studi kelayakan usaha. Secara umum terdapat empat tahapan:
1.Pembentukan panitia kerja
2.Penelusuran data dan informasi
3.Analisis dan informasi
4.Penyusunan laporan

1. Pembentukan panitia kerja
Studi kelayakan memerlukan pengkajian aspek yang akan dikaji, untuk keperluan ini perlu dibentuk suatu tim, sedikitnya tim teknis dan tim sosial ekonomi. Tim teknis harus menguasai segala sesuau yang berhubungan  dengan aspek teknis. Contoh usaha pertanian diperlukan tim yang menguasai teknik pertanian, demikian seterusnya. Tim sosial ekonomi diperlukan orang yang mengetahui aspek yuridis, manajemen, pemasaran, financial dan aspek ekonomi. Untuk mendirikan koperasi diperlukan orang mengetahui perkoperasian secara baik. Semakin lengkap tim ahli semakin baik.  Untuk itu perlu memperhatikan:
a.Kelengkapan tim kerja yang ahli
b.Keseimbangan artar tim
c.Kejelasan tugas dan tanggung jawab setiap anggota tim
d.Kejelasan jadwal kerja
e.Mempertimbangkan jumlah dana yang tersedia.

2. Pengumpulan data dan informasi
Setelah terbentuk tim kerja, langkah selanjutnya adalah pengumpulan data dan informasi. Tahap ini adalah tahap yang sangat penting dalam melakukan studi kelayakan. Berhasil tidaknya pengumpulan data  dan informasil akan menentukan langkah-langkah  selajutnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data dan informasi sebagai berikut:
a.Kelengkapan data dan informasi untuk setiap aspek yang dikaji
b.Relevansi data dengan aspek yang akan dikaji
c.Faliditas data/informasi , sehingga diperlukan sumber data/ informasi metode pengukuran data dan metode penarikan contoh/sampel yang diperlukan sesuai dengan jenis usaha yang dipilih.

3.analisis data an informasi
Setelah data dan informasi yang dibutuhkan telah terkumpul dengan baiklangkah selanjutnya adalah pengolahan dan menganalisis data untuk mengetahui kelayakan usaha setiap aspek. Analisi tersebut mencakup:
a.Analisis aspek pasar
b.Analisis aspek Yuridis
c.Analisis aspek manajemen
d.Analisis aspek TEknis
e.Analisis aspek finansial

Teknik melakaukan Studi Kelayakan
A.pembentukan panitia kerja
B.Pengumpulan data dan in formasi
C.Analisis data dan informasi

KWU 3
SEM II

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar