Kamis, 05 Januari 2012

KETAHANAN NASIONAL

BAB III
KETAHANAN NASIONAL

n  Ketahanan Nasional (TANNAS) adalah kondisi dinamis suatu bangsa, berarti keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ATHG yang datang dari luar maupun dalam, yang langsung maupun tak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional .

            (Lemhannas, 1992; UU No.20/1982).

ISTILAH-ISTILAH

n  Ketangguhan:kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan/kuat menanggulangi beban.

n  Keuletan:usaha terus secara giat dengan kemauan yang keras di dalam menggunakan segala kemampuan dan kecakapan untuk mencapai tujuan/cita-cita.

n  Identitas: ciri khas suatu negara dilihat secara keseluruhan (holistik), yaitu negara yang dibatasi oleh wilayah, penduduk, sejarah, pemerintah, dan tujuan nasionalnya serta peranan yang dimainkannya di dalam dunia internasional.

n  Integritas:kesatuan menyeluruh di dalam kehidupan nasional suatu bangsa, baik sosial, alamiah, potensi maupun fungsional.

n  Ancaman:  usaha yang bersifat mengubah/ merombak   kebijaksanaan dan dilakukan secara konseptual, kriminal serta politik.

n  Gangguan: usaha yang berasal dari luar yang bertujuan melemahkan dan menghalangi secara tidak konsepsional.

n  Hambatan: usaha yang berasal dari diri sendiri yang bertujuan melemahkan /menghalangi secara tidak konsepsional.

n  Tantangan: usaha yang bertujuan atau bersifat menggugah kemampuan.

 

SUMBER ANCAMAN

Ancaman dari dalam negeri:

n  Subversi: kegiatan yang meniadakan, menghancurkan/ mengacaukan eksistensi kedaulatan, pengaruh atau wibawa lawan dengan jalan merongrong kelembagaan atau pemerintahan lawan.

n  Pemberontakan dalam negeri: ancaman Residual: berbagai keadaan dalam masyarakat yang merupakan kerawanan ekonomi, sosial dan politik yang jika tidak ditangani secara tuntas pada waktunya akan menjadi kerusuhan-kerusuhan.

Ancaman dari luar negeri:

n  Infiltrasi: kegiatan menyeludupkan perorangan/kelompok orang melalui celah-celah/kelemahan suatu negara lawan sebagai tindakan pendahuluan dari aksi penguasaan wilayah.

n  Subversi

n  Sabotase: kegiatan penghancuran/pengrusakan sumber daya

            lawan dengan tujuan menghancurkan semua aspek kehidupan bangsa atau melemahkan pemerintahan lawan.

n  Invasi: serbuan militer secara terbuka dan dalam jumlah besar dengan tujuan menduduki atau menjajah wilayah negara yang diserbu.

 

METODE/PENDEKATAN ASTAGATRA

n  Metode Astagatra adalah cara berfikir yang menyeluruh dan intgral yang meliputi semua aspek kehidupan (aspek alamiah dan aspek sosial) dalam melakukan suatu tindakan.

n  Sebagai manusia budaya ia mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya di dalam usaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya.

n  Hubungan manusia dan alam sekitar adalah sbb:

- Manusia -- Tuhan                        : Agama/kepercayaan

- Manusia -- Cita-cita                     : Ideologi.

- Manusia -- kekuasaan                : Politik.

- Manusia -- kebutuhan                : Ekonomi.

- Manusia -- Manusia                    : Sosial.

- Manusia -- Rasa keindahan       : kesenian/kebudayaan.

- Manusia -- Rasa aman                : Hankam.

- Manusia -- Penguasaan alam   : Iptek.

ASPEK KEHIDUPAN NASIONAL (ASTAGATRA)

A. Aspek alamiah  (Trigatra):

n  Posisi dan lokasi geografi negara

n  Keadaan dan kekayaan alam      

n  Keadaan dan kemampuan penduduk

B. Aspek Sosial/kemasyarakatan (Pancagatra):

n  Ideologi 

n  Politik    

n  Ekonomi     

n  Sosial budaya

n  Pertahanan dan Keamanan   

Antara Trigatra dan Pancagatra serta antara gatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat yang dinamakan keterhubungan (korelasi) dan ketergantungan (interdependensi).

HUBUNGAN TANNAS & PEMB. NASIONAL

n  Berhasilnya pembangunan nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional.

n  Konsepsi Ketahanan Nasional dalam rangka pembangunan nasional berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional

n  Pembangunan nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional pada hakikatnya adalah pengaturan dan penyelenggaraan hubungan interaksi antar gatra yang seimbang.

n  Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional adalah:

1.     pembangunan yang pola dasarnya, kebijaksanaan dan streteginya    bersifat utuh menyeluruh yang menjamin keseimbangan dari Astagatra kehidupan nasional.

2.     pembangunan yang menjamin keseimbangan dan keserasian keamanan dan kesejahteraan.

3.     pembangunan yang perencanaannya dususn berdasarkan aspirasi yang tepat tentang kondisi riil bangsa dan negara.

4.     pembangunan yang didasarkan pada sikap mental percaya pada diri sendiri, ulet dan tangguh dengan mendahulukan sifat kerakyatan, relegius, kekeluargaan dalam satu kesatuan.

SIFAT–SIFAT KETAHANAN NASIONAL:

n  Manunggal

n  Mawas ke Dalam

n  Berkewibawaan

n  Berubah Menurut Waktu (Dinamis)

n  Tidak Membenarkan Sikap Adu Kekuasaan dan Adu Kekuatan

n  Percaya pada Diri Sendiri

n  Tidak Bergantung Kepada Pihak Lain

 PKN sem 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar